31/03/14

Media Sosial - Part 1 -

SEORANG gadis berlari ditengah malam, dirinya nampak tergesah-gesah menuju rumah kosan tempat dimana ia biasa merebahkan tubuhnya yang sudah lelah. Saat itu, waktu sudah menujukan perpindahan hari, lingkaran jam munggil di lengan kurusnya sering kali dilirik tiap lima detik sekali.

Hidup di kota jantungnya Indonesia, dimana para petinggi negeri yang mengoperasikan untuk kemajuan bangsa demi kesejahteraannya. Tahun 2014, merupakan sebuah tahun demokrasi. Ribuan kursi mulai dari tingkat DPRD hingga DPRI sedang diperebutkan 9 April mendatang. Tepat pukul 01.00 Wib, dirinya sampai di dalam kamar kosan yang berkuran 5x5 meter.

Laptop yang berada diatas kasur segera dia buka. Ya, gadis itu menunggu pesan balasan dari e-mail yang tempo hari pernah dikirimkan ke salah satu perusahaan penerbangan ternama yang ada di Bandara Soekarno Hatta. "Sial, masih aja belum dapet balasan," kelutusnya dalam benak yang tidak bisa diutarakan.

Gadis berambut lurus, hitam, dan panjang tersebut saat ini bekerja sebagai salah seorang call centre di perusahaan yang beroperasi selama 24 jam. Memiliki nama lengkap, Harmony Topazia atau lebih akrab disapa Mony

"Negeri para bedebah, apa gunanya demokrasi? jika yang semakin kaya dan yang miskin semakin terpuruk akan kemiskinannya?" Mony yang terlihat geram saat melihat beberapa 12 parpol sedang bersaing dan berlomba-lomba merebut hati rakyat melalui iklan yang selalu ada disetiap selinggan acara.

Mony gadis berusia 20 tahun, bukan hanya kerja melainkan juga kuliah di salah satu universitas ternama di Jakarta, mengambil jurusan Ilmu Sastra Indonesia, karena memiliki cita-cita untuk menjadi seorang sejarahwan akan perkembangan pendidikan dan struktur kata Bahasa Indonesia dalam pengucapan sehari-hari.

Tidak heran, sudah ratusan cerpen juga dikeluarkan oleh Mony dan diterbitkan ke beberapa percetakan koran dan majalah baik lokal maupun nasional. Jika sudah mulai suntuk dan tidak memiliki bahan untuk tulisan, pelarian ke media sosial seperti Facebook, Twitter, BBM, Whatsapp, Telegram, Path, dan Instagram sering kali membuat dirinya menjadi terlihat autis jika bersama teman-temannya.

Karena sudah seringkali menjadi bahan ejekan, maka Mpny memutuskan untuk menyimpan semua gadgetnya di rumah kecuali hape standar untuk SMS dan telepon. Ya, disinilah kita itu dimulai ...

Tersambung ke internet, Mony mampu menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk browsing. Mulai referensi kuliner masakan, fashion update, gadget terbaru, gosip selebritis, dan lain sebagainya. Klik login, username, password. Twitter dengan akun @penamony ada 100 pemberitahuan sejak pagi, satu persatu mention followernya di replay, dengan gaya kocak serta hangat dalam mengobrol merupakan salah satu kepribadian Mony yang sangat disukai oleh semua kawannya.

Dibandingkan media sosial yang lain, Mony lebih nyaman berkomunikasi lewat twitter. Hanya sesekali dirinya membuka akun sosial yang lain.

Asyik bermain twitter, tidak terasa waktu adzan subuh terdengar nyaring di kamar kosan Mony yang berdekatan dengan masjid. "Mumpung hari ini gue off kerja, dan kuliah juga libur, jadi gue pamit solat dan tidur ya, sampai ketemu nanti siang di user yang sama" tweet Mony dan langsung logout.

Setelah logout, hal pertama yang dilakukan Mony adalah cek jadwal hari itu. "Yes, janji sama anak-anak komunitas ICI nanti sore, jadi gue bisa beres-beres rumah habis solat, tidur, masak, mandi, dan berangkat deh," celoteh Mony sambil menuliskan rangkaian kegiatan dibuku saku miliknya.

________ bersambung

Mereka Yang Sudah Tiada

Dulu, saat aku kehilangan orang yang disayang, beliau ada disamping kanan ku, tangan kirinya merangkul pundak ku yang saat itu lemah tak bertenaga. Lalu, tangan kanan beliau menghapuskan air mata yang terus mengalir. Bibirnya hanya tersenyum memandang wajah yang saat itu aku hanya bertatap kedepan dengan tatapan kosong, ya.. aku tau beliau tidak ingin aku bersedih saat itu, rangkulan hangatnya mencoba menyadarkan aku bahwa semua cepat atau lambat akan dirasakan oleh semua orang.

"Nangislah sekarang, habiskan semua air mata kesedihan Nik. Biar suatu saat nanti Nik tidak nangis lagi," akhirnya lontaran dari kata beliau terucap dengan lembut.

Saat itu, gadis berusia 18 tahun hanya mampu membisu, air mata yang tidak diinginkan keluar, tiba-tiba saja mengalir dengan derasnya tanpa perintah logika. "Ini adil gak sih pa?" akhirnya kalimat pertama aku hari itu terdengar.

Beliau sejenak diam dan aku merasakan sebuah kekakuan yang terasa. Tangan kanannya berubah menjadi memeluk aku dengan sangat kencang, pelukan hangat yang dirasakan, pelukan kerinduan seorang ayah, pelukan yang seakan-akan ingin terus melindungi. "Kamu, masih punya saya. Saya bisa jadi Ayah kamu,"

Saat itu aku tidak bisa berfikir jernih, yang aku lakukan hanya balik memeluk dan air mata kembali mengalir dengan derasnya.(*)

13/01/14

Jadikanlah ia Menjadi Imamku



Jadikan Dia Menjadi Imam Aku
@penanida

“Hai, Naila? Minggu ini tidak ada acarakana? Jika tidak ada aku sangat berharap agar kamu datang ke pernikahan aku,” sebuah pesan dari sahabat Naila saat waktu SMA.

Dengan senyuman tipis dibibirnya, Naila bergumam “Ya Allah, temanku sudah ada yang menikah lagi. Lalu bagaimana denganku?” tidak lama kemudian, Naila yang membalas SMS tersebut yang mengatakan akan hadir jika Allah tidak memberikan rencana yang lain, maka dia akan datang dengan sangat bahagia.

Lalu, sebuah SMS mengejutkan datang dari orang yang sama. “Perkenalkanlah, pria hebat yang ada di hatimu. Ajaklah dia bersamamu untuk datang di pernikahanku tersebut,”

“Hehe, saya masih belum memiliki pasangan. Akan saya ajak adik sepupu saya untuk menghadiri dipernihan kamu yah,” jawab Naila dengan emoticon tersenyuml lebar.

Tuhan maha mengetahui apa yang terbaik, hingga usia aku yang saat ini beranjak ke angka 25 masih belum diberikannya sosok seorang pria, agar menjadikan aku sebagai makmum dalam sholat dan menjadi ibu bagi anak-anaknya.

Aku hanya diberikan kesempatan untuk taaruf dengan beberapa pria semenjak lulus kuliah, tepatnya dua tahun yang lalu, belum lama ini Tuhan kembali ambil calon imamku. “Dzikir, doa ,dan ikhtiar selalu ku lakukan dan hanya dengan ketulasan hati kulakukan hal tersebut hanya kepada Allah. Namun, hingga kini masih belum diberikan seorang jodoh,” Curhat Naila Adzkia, dalam renungan doanya selepas sholat magrib.

Nadia memiliki rentetan cerita cinta, yang cukup menyedihkan. Terakhir dia bertaaruf dengan seorang pria biasa, kurang memahani agama, namun selalu berusaha untuk tidak meninggalkan sholat. Pria tersebut bernama Syarif, beberapa bulan sebelum kedua memutuskan untuk ada ikatan secara syah, namun sebuah tragedy menyedihkan dialami. Yah, Syarif meninggal dunia dikarenakan sebuah tabrakan maut yang terjadi di jalan tol.

Kini hanya tinggal kenangan dan hanya sebuah nisan yang mampu dilihatnya kerap kali Naila rindu akan sosoknya. “Tuhan, berikan pria yang lebih baik untuk calonku. Jika engkau tidak memberikan pria yang lebih baik dari Syarif maka janganlah engkau berikan sosok yang kurang dari dia,” menarik nafas dalam doa yang dipanjatkan. “Aku ingin segera menikah, hingga kapan aku selalu sendiri? Sementara rekan seusiaku sudah bahagia dengan keluarga kecilnya, saya mulai merindukan sosok bayi kecil dengan seorang suami yang shaleh, untuk membimbing keluargaku menjadi keluarga yang selamat di dunia dan akhirat,” tetetasan air mata mulai mengalir di pipinya.

“Saya akan selalu berupaya untuk menjaga hijab ini, bahkan semua tutur kata yang selalu saya ucapakan akan selalu jaga dengan benteng yang kuat sesuai dengan ketentuan dalam Al-Quran dan Hadits mu. Kini hanya satu pengharapanku yaitu membina keluarga dengan adanya calon imam yang baik dan selalu ingat denganmu,” tutup Naila dalam doanya.

Hari-hari yang dilakuai Nadia tetap seperti biasanya, menjadi seorang guru di Madrasah Ibtidaiyah yang tidak jauh dari rumahnya, dan mengajarkan anak-anak kurang mampu di taman bacaaan terbuka yang letaknya di tengah taman kota.

Hingga pada suatu hari, ada seorang pria jangkung dengan aura yang mampu membuat orang tersebut merasakan kenyamanan. “Masyaallah, pria ini wajahnya sangat bercahaya. Tuhan, berikanlah aku jodoh seorang pria dengan hati dan aura seperti pria tersebut. Sesungguhnya hanyalah engkau yang maha mengetahui dan hanya engkaulah yang mampu membolak balikan hati manusia,”

12/01/14

Manusia Mesin

Mereka yang masih merengek meminta segalanya kepada orangtua, tanpa memikirkan keadaan yang sedang dialami oleh keluarganya terkadang membuat miris hati. "Gue kasian sama anak itu," hanya itu ujarku dalam hati setiap kali melihat pola seorang gadis remaja seusiaku.

Bukan karena gue iri, melainkan gue tau perihnya mencari selembar uang untuk makan seperti apa. Meskipun gue masih 19 tahun,tapi menurut gue ini usia yang sudah cukup untuk beranjak menjadi dewasa seutuhnya. Bukan, lagi mendapatkan gelar dewasa muda apalagi remaja.

Bersikap lebih dewasa dibandingkan rekan seusia, terkadang kita hanya akan mendapatkan dua opsi. yaitu dipuji dan disegani atau di caci karena sikap yang dinilai kolot. What ever, so ini yang namanya hidup!

Jangan pernah malu untuk menjadi beda, jangan pernah takut untuk memanjakan dirikamu dengan menjadi diri sendiri. Akan tetapi, kita harus tetap membuka mata dan telinga agar tetap fokus akan apa yang kita kerjakan.

Ketika bergabung dengan teman se-usiaku yang masih dihuapan oleh orangtuanya, aku terkadang ingin sekali ikut memanjakannya. Entahlah, aku sangat suka memanjakan oranglain dan tidak suka membuat oranglain bersedih. Ketika aku berada dititik yang sangat bawah, aku akan sangat sulit untuk merangkak naik, aku sangat sulit untuk membalikan keadaan seperti semula dan sebaliknya mereka yang dulu mengagumiku, hanya akan mampu mencaci akan sikap yang tidak baik.

Moody, yah.. mungkin itu aku saat ini. Jangankan memahami oranglain, memahami diri sendiri saja terkadang masih sangat sulit untuk menajdi lebih fokus akan sebuah keadaan. "Otak gue habis" kata-kata yang selalu gur lontarkan kepada Redpel, ketika sudah kehilanagn konsentrasi dan perasaan semangat menulis menjadi hilang dikarenakan kelelahan.

Gimana tidak, dari lapangan langsung ke kantor untuk menulis beberapa jam. Konsentrasi dan tenaga sudah sangat habis, aku rasa aku tidak perlu menceritakannya, dikarenakan bagi mereka yang pernah menjalankan profesi sepertiku pasti tau.

Tapi, setiap manusia memiliki kisahnya masing-masing. Untuk masalah itu, hanya aku dan tuhanku yang tau..

09/01/14

Jakarta #3-Habis


TINGGAL hitungan bulan lagi aku bersekolah, sangat tidak terasa hampir tiga tahun aku tidak pulang di desa dan masih menjadi anak perantau di kota Jakarta. Kini sebelum menjelang Ujian Nasional aku semakin khawatir, apakah aku akan lulus atau malah sebaliknya.

Sebuah rasa takut yang selalu menyelimutiku, aku ingin membuktikan keberhasilan dengan menjadi siswa teladan dengan segudang prestasi tanpa bantuan orangtua sama sekali, aku ingin membuktikan kepada keluaraga dan orang-orang di desa bahwa aku mampu mewujudkan mimpi yang aku miliki menjadi sebuah kenyataan.

Terkadang ada rasa marah ketika aku mulai kangen kepada keluarga di desa, namun bukan marah kepada diriku sendiri yang memutuskan untuk pergi ke Jakarta, namun rasa marah mengapa tidak ada yang mencariku selama tiga tahun ini. “Apakah mereka benar-benar membenciku?,” sebuah pertanyaan yang selalu aku lemparkan kepada fikiranku sendiri.

**

Hari ini adalah hari penentuanku lulus atau tidaknya dari sekolah yang sudah memberikanku banyak kenangan, berbagai warna tentang kehidupan sudah ku pelajari, namun aku masih anak berusia 17 tahun yang terkadang bingung akan diriku sendiri.

Dengan bertukar fikiran dengan orang yang lebih dewasa membuatku semakin sadar akan keputusan yang tidak bisa diambil sendiri dengan satu sudut pandang, “Segala sesuatu harus terus dipertimbangkan dengan melihat dari berbagai sudut, sehingga tidak ada rasa penyesalan yang nantinya kamu ambil,” tutur sobat terbaikku, Toni.

Sebuah surat yang menyatakan bahwa aku LULUS adalah hal terindah yang pernah aku dapatkan, meskipun aku pernah mengalami hal ini ketika duduk di SD dan SMP, tapi kali ini sangat berbeda. Aku berjuang seorang diri tanpa bantuan dari keluarga.


“Toni, aku lulus,” teriakku sambil melompat ke tubuh Toni hingga jatuh. Hanya senyum hasnya yang Toni berikan kepada diriku, tanpa ada ucapan selamat atau sebuah hadiah yang dia berikan kepadaku.

Dengan sedikit heran aku bertanya, ada apa Toni? Apakah kamu tidak bahagia melihat aku bahagia. Toni hanya menatapku tajam tanpa bersuara. “Kenapa?” terus tanyaku tanpa henti, hingga akhirnya Toni berkata.

“Kamu harus pulang ke Desa, tiga tahun kamu tidak memberikan kabar ke orangtua ataupun keluarga kamu, apakah kamu tidak kangen dengan mereka?,” ucapnya dengan nada yang sanagt lembut.
Saat itu aku tidak mampu berkat apa-apa selain menangis, namun Toni terus menatap aku dengan sangat tajam. Tatapan yang tidak pernah dia keluarkan sebelumnya, Toni biasanya selalu menatapku dengan hangat dan kasih sayang, namun kali ini sangat berbeda.

“Kenapa kamu menangis? Pulang lah, aku antar kamu ke Desa, berikan kabar bahagia ini kepada mereka,” ucap Toni sambil memegang lenganku dengan sangat erat.

Aku tertunduk, bingung sama apa yang harus dilakukan, disatu sisi aku sangat merindukan keluargaku di desa, di satu sisi aku masih sangat marah karena tidak ada yang mencariku. Aku mungkin terkesan egois tapi itu yang aku rasakan.

“Akan aku lamar kamu dihadapan keluargamu, dengan begitu kamu akan semakin aman berada di Jakarta,” papar Toni yang berhasil membuatku tersontak.

Dengan wajah yang penuh air mata aku berkata, apakah kamu serius dengan ucapanmu? Selama ini kita tidak pernah pacaran, kita hanya berteman dan apa alasanmu berkata seperti itu? Selain itu, kamu tahu bahwa aku bukan orang menengah atas seperti keluargamu.

Sambil memelukku, Toni berkata dengan hangatnya. “Aku mencintaimu sejak awal kita bertemu, selama ini aku tidak pernah menembakmu sebagai pacarku, karena aku tidak ingin pacaran dan selama ini tanpa kamu sadari aku sudah ta’aruf dengan dirimu. Dengan begitu aku yakin bahwa kamu adalah wanita yang sangat spesial,” (*)

Jakarta #2


INI tahun ke dua yang ku lewati di kota metropolitan. Jakarta. Sama seperti tahun lalu, aku masih terus berjuang dengan sekelumit masalah yang setiap harinya selalalu berbeda, aku terkadang ingin tertawa melihat tingkah orang Jakarta yang menganggap aku adalah pesaing yang sangat kuat, padahal aku hanya anak kampung yang melarikan diri ke Ibu kota demi mencari impian yang ingin ku capai.

Kota ini penuh misteri, semua orang bisa berubah dalam hitungan seperkian detik. Aku tau, aku belum mengenal benar kota ini. Tapi yang aku mengerti, kota ini penuh dengan kepalsuan yang dibuat oleh penghuninya sendiri, terkadang kita tidak boleh terlalu polos dengan keadaan yang mungkin saja itu hanya sebuah jebakan batman.

Tahun ke dua itu tandanya aku sudah kelas dua SMA, aku tidak ingin mendapatkan beasiswa karena status aku yang miskin dan hanya seorang anak perantau, aku tidak ingin hanya menjadi seorang perantau yang tidak tahu arah tujuan datang ke sini yang akhirnya malah menjadi sampah masyarakat.

Teman-temanku kini tak lagi memandang aku hanya seorang anak yang so datang ke Ibu kota cuma berbekal nasip, tapi mereka mulai menghargai ku karena aku anak yang sudah membuktikan bahwa aku bisa mengalahkan kalian semua dengan kecerdasan yang dimiliki dan dengan tekat yang kuat.
Di sekolah aku mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), dan tahun ini aku terpilih menjadi ketua Osis yang sama sekali tak ku harapkan. Saat itu aku hanya berorasi asal tanpa di fikir, karena aku memang tidak menginginkan hal tersebut terjadi..

“Selamat untuk Anez Fernando Cyla yang tahun ini menjadi ketua Osis,” ujar seseorang di dalam speaker. Sontak teman-teman sekelas langsung kasih ucapan selamat. Bagiku itu semua mimpi buruk, karena aku harus menanggung pertanggung jawaban baik untuk di sekolah ataupun untuk untuk di akhirat.

“Jangan mau kamu menjadi seorang pemimpin, karena pemimpin itu akan di tuntut pertanggung jawaban nya dan bukan hanya di dunia, namun di akhirat,” ujar bapak ketika aku mulai menginjakan kaki di sekolah dasar di desaku.

Berhari-hari aku menjalani hari sebagai ketua Osis yang sangat menyita waktu dan fikiranku, belum lagi harus ada rapat untuk event-event sekolah. Namun ada setitik keberkahan ketika aku menjadi ketua Osis.

Uang sekolah di gratiskan karena prestasi aku di akademik yang meningkat, prestasi para pelajar semakin meningkat dan event-event sekolah yang selalu mendapatkan pujian dari banyak pihak.

Kini aku sudah tak lagi pusing memikirkan uang untuk sekolah, rezeki yang di berikan oleh Alloh tak hanya itu, aku juga di berikan satu ruangan kosong di sekolah untuk aku tempati, walau tidak gratis. Aku tetap berkerja membersihkan sekolah sebelum anak-anak datang.

Uang saku yang di berikan untuk pihak sekolah juga sangat aku syukuri, aku merasa ini salah satu hasil manis yang aku perjuangkan selama satu tahun di Jakarta. Kini aku semakin fokus dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sekolah. Baik itu tugas aku di Osis, tugas sekolah, dan pekerjaan yang sudah ada.

Next..

Jakarta #1

NEZ, itulah panggilan teman-teman keapadaku. Kalian tidak perlu tahu siapa namaku yang sesungguhnya karena aku sendiri saja hampir lupa akan nama lengakapku sendiri. Dan mungkin hanya seorang sahabatku yang tahu siapa nama lengkapku.

Hidup seorang diri di Jakarta bukan lah yang sangat mudah, beberapa kali aku hampir jatuh kedalam lubang setan yang mungkin bakal bikin aku menyesal seumur hidup, untungnya ada Toni sahabat sekaligus guru spiritual bagiku.

Aku menginjakkan kaki di Jakarta sejak SMA kelas satu hingga sekarang, percaya atau tidak aku kabur dari desa ku yang sangat terpencil di sebuah daerah jawa barat. Aku kabur ke Jakarta demi ingin meneruskan sekolah yang lebih tinggi seperti impian ku selama ini, aku banting tulang hingga rarut malam usai pulang sekolah.

Bukannya narsis, tapi aku anak yang cukup pintar di kelas. Trebukti dari semua nilai ku yang bagus dan setiap ulangan aku tak pernah di ulang. Aku tidak mencontek loh, karena itu perbuatan yang sangat tidak terpuji. Aku belajar sehabis salat subuh walau hanya sekedar mengerjakan tugas rumah yang di berikan oleh guru.

Mungkin aku tidak punya waktu luang yang sangat banyak untuk belajar karena sibuk berkerja, kalo tidak bekerja aku tidak akan mungkin bisa makan, aku juga tidak akan bisa bayar uang sekolah.
Terkadang aku sering merasakan rindu ke mamah yang mungkin saja mencariku atau mungkin tidak, entahlah. Kini aku terus focus sama sekolah ku. Setiap hari selalu ada aja cobaan dari teman sebaya, entah mereka mengajak ke dunia malam yang kata mereka sih itu sangat asik. Tapi kata aku itu sangat menghamburkan uang, sangat di maklumi. Mereka tidak mengerti apa arti hidup itu yang sebenarnya, mereka tidak tau seberapa penting nilai uang itu bagi aku.

Aku mungkin seseorang yang sangat beruntung karena punya sahabat seperti Toni, dia anak orang kaya tapi di sangat baik, aku mengenal toni waktu pertama kali menginjak kan kaki di Jakarta, Stasiun. Kayak sinetron aja yah. Hihi..

Aku sedikit lupa sih kenapa tiba-tiba aku sangat dekat dengan dirinya, tapi yang paling aku ingat dia terus membuktikan bahwa di bukan orang jahat dan hanya ingin menolongku.

Toni seorang mahasiswa yang cerdas dan ganteng, dia selalu menceramahi ku jika aku melakukan sesuatu yang buruk, entah itu kelakuan atupun ucapan. Kata-kata Toni yang selalu aku ingat.

“Hidup di Jakarta harus rela di korbankan, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Kamu kalo mau hidup di Jakarta jangan pernahg putus asa dan buktikan kepada mereka kamu mampu mengalahkan orang kota,”

Kata-kata itu yang selalu memotivasi aku jika aku sudah mulai keluar dari koridor ke agamaan, Toni selalu siap menerrangkan jika ada pelajaran yang tidak bisa aku kuasai, dan lagi-lagi Toni berkata. 

“Kamu bukannya tidak bisa, tapi kamu belum bisa,”

Next ----

19/10/13

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam
Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar
Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:
·      Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
·      Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
·      Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

Kenali ciri-ciri kanker otak
Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa... Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).
Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.
Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.
Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:
·   Sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
·   Daya penglihatan berkurang
·   Penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
·   Gangguan berbicara
·   Gangguan pendengaran
·   Gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
·   Gangguan saraf
·    Anggota gerak melemah atau kejang
·   Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol
Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

Cara mencegah kanker otak
Pada penyakit kanker, sel mengalami perubahan/mutasi sehingga sel membelah secara tidak terkendali, menyerang jaringan di sekitar sel abnormal tersebut, dan bisa juga berpindah ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah (metastasis). Sampai saat ini belum ditemukan metode untuk "menyembuhkan" sel abnormal, jadi satu-satunya cara adalah membuang jaringan abnormal dari tubuh agar bagian tubuh lain tidak tertular. Pada jenis kanker tertentu, misalnya kanker payudara, jika sel abnormal tersebut dideteksi sejak dini maka jaringan yang bermasalah dapat diangkat/dibuang. Tapi pada kanker otak, jika sel kanker sudah menyebar ke bagian otak yang vital maka tidak ada cara untuk membuang sel abnormal tersebut.

CEGAH SEBELUM TERLAMBAT 
Ikuti langkah-langkah berikut untuk menghindari tumor / kanker otak:
1.    Jangan sampai kepala Anda terbentur atau mengalami trauma. Hindari aktivitas yang berisiko tinggi seperti tinju. Selalu gunakan helm saat naik sepeda motor.
2.    Perbanyak makan buah-buahan yang mengandung antioksidan seperti kurma, jeruk, kismis, strawberry, buah plum dan anggur merah. Zat antioksidan akan melancarkan peredaran darah dari dan ke otak sehingga mencegah terjadinya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.
3.    Jangan merokok.
4.    Perbanyak makan makanan berserat, jauhi makanan berlemak.
5.    Hindari bahan karsiogenik, misalnya minyak goreng yang dipakai berulang-ulang.
6.    Jauhi benda dengan kadar radiasi tinggi karena paparan radiasi dalam level tertentu dapat memicu perkembangan sel abnormal. Jika menelepon menggunakan handphone, gunakan handsfree agar ada jarak antara ponsel dengan kepala (otak) sehingga mengurangi kadar panas dan radiasi.
7.    Gaya hidup sehat. Tidur yang cukup. Rutin olahraga agar ada sirkulasi darah ke otak.

Orang yang terserang kanker otak: 
1.  mukanya pucet, rambutnya rontok, sering pusing, gampang pingsan, makin lama makin susah jalan, ngak bisa ngomong, susah conect (mikir), ngak bisa buka mata, ngak bisa menggerakan tangan and END = MENINGGAL
2.   Cirinya :
1. sakit kepala yang semakin hari semakin hebat
     2. muntah di pagi hari yang tanpa disertai mual
     3. kalo di ct scan ada gambaran tumor di otak. Jelas, kanker otak berbahaya apalagi bila 
        tumornya sudah menekan saraf bisa mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.. makanya 
        konsultasi kan dirimu ke dokter specialis saraf.
3. Ciri kanker otak adalah sering terasa pusing dan tdk ada rasa ngantuk, dan sakit kepala yang berlebihan. Setiap manusia memiliki bibit kanker untuk mencegah berkembangnya kami sarankan konsumsi sun chorella setiap hari. Produk ini bisa cari di minimarket godam .
4. Meski dilihat dari angka kejadiannya,  jumlah? penderita kanker otak masih rendah, yakni hanya enam per  100.000 dari pasien tumor/kanker per tahun, namun tetap saja penyakit tersebut menjadi ? momok?  bagi sebagian besar orang. Pasalnya, walaupun misalnya tumor yang menyerang adalah jenis tumor jinak, bila menyerang otak?tingkat bahaya yang ditimbulkan umumnya lebih besar daripada tumor yang menyerang bagian tubuh lain.

Seperti yang menimpa bintang sinetron dan iklan Ferry Irawan, akibat penyakitnya ia sempat lumpuh, bibir dan lidah tidak bisa digerakkan, sulit bicara, bahkan ia sampai kehilangan kekuatan. Sampai-sampai pemeran ?Hati yang Terpilih? Srikandi? Baret Merah? ini tangan kanannya tak berfungsi normal. Tumbuhnya sel-sel tubuh yang tidak normal ini memang menakutkan? Penyebab pasti dari kanker belum diketahui secara tepat tapi berbagai faktor telah diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Faktor risiko pencetus tumor otak ini bisa karena riwayat keluarga, radiasi, zat kimia, pola makan, obat-obatan tertentu, dan rokok.

Penyakit ini bisa muncul tanpa gejala yang bermakna, tapi sering pula ditandai dengan gejala-gejala seperti pusing kepala, muntah, gangguan penglihatan, kesadaran, pendengaran, berjalan dan saraf. Sayangnya, sejauh ini belum ada pengobatan yang pasti, namun seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran dan farmasi berbagai upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk ?mengusir? penyakit tersebut. Terapi obat-obatan telah digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Selain itu, kasus-kasus lain mungkin ditangani dengan operasi, radioterapi, maupun kemoterapi.? Tindakan operasi termasuk yang sering dilakukan, khususnya pada penderita tumor otak. Riset terhadap pengobatan kanker pun terus berlangsung. Ikan hiu yang diketahui telah menjelajah lautan sekitar 400 juta tahun lalu diketahui morfologinya tidak pernah berubah. Konon, di tubuh ikan ini, sel kanker tidak?bisa tumbuh, karena seluruh tulangnya adalah tulang rawan. Benarkah demikian? Dalam catatan buku tradisional Cina mengenai khasiat? makanan pengobatan, makan sirip ikan hiu dipercaya dapat mencegah?penuaan kulit, dan gelatin yang terkandung di dalam sirip ikan hiu dipercaya pula dapat meningkatkan vitalitas. Yang pasti, katanya sirip ikan hiu ini memang lezat.

Meski hasil penelitian itu dibantah oleh ahli nutrisi dari Universitas Taiwan, Prof. Chang Hung-min yang mengatakan, sebutir telur ayam pun lebih bergizi dibandingkan semangkuk sup sirip hiu, namun peneliti-peneliti lain mengungkapkan hasil yang positip. Peneliti dari Indonesia yang juga Kepala Pusat Studi Satwa Primata Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor, Drh. Dondin Sajuthi Ph.D mengakui?esktrak?tulang rawan ikan hiu dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru. Hal itu ia buktikan lewat penelitiannya.?

Dokter Henry Brem dan dr Allen K Sills dari Johns Hopkins University melaporkan salah satu senyawa yang berasal dari ikan hiu?Squalus, terbukti dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyalurkan makanan ke tumor otak. Dengan menggunakan sel pembuluh darah sistem saraf pusat sapi, kedua peneliti ini meneteskan squalamine. Setelah dua hari, pertumbuhan sel pembuluh darah turun hingga 83 persen. Selain ikan hiu, tulang rawan sapi juag disebut-sebut mampu menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru. Tentang hasilnya, Dr. Greg Harper dari Council for Scientific and Indutrial Research Organization telah membuktikannya.


Pengobatan ala barat pun semakin mendapatkan titik cerah dengan mulai ditemukannya obat-obatan yang diduga dapat membawa manfaat dalam pengobatan kanker otak. Berbagai penelitian memang masih harus dilakukan untuk menemukan obat yang mempunyai efektivitas tinggi. Tapi kita boleh berharap bahwa harapan akan semakin terbuka bagi pengobatan kanker otak.(net)