09/01/14

Jakarta #3-Habis


TINGGAL hitungan bulan lagi aku bersekolah, sangat tidak terasa hampir tiga tahun aku tidak pulang di desa dan masih menjadi anak perantau di kota Jakarta. Kini sebelum menjelang Ujian Nasional aku semakin khawatir, apakah aku akan lulus atau malah sebaliknya.

Sebuah rasa takut yang selalu menyelimutiku, aku ingin membuktikan keberhasilan dengan menjadi siswa teladan dengan segudang prestasi tanpa bantuan orangtua sama sekali, aku ingin membuktikan kepada keluaraga dan orang-orang di desa bahwa aku mampu mewujudkan mimpi yang aku miliki menjadi sebuah kenyataan.

Terkadang ada rasa marah ketika aku mulai kangen kepada keluarga di desa, namun bukan marah kepada diriku sendiri yang memutuskan untuk pergi ke Jakarta, namun rasa marah mengapa tidak ada yang mencariku selama tiga tahun ini. “Apakah mereka benar-benar membenciku?,” sebuah pertanyaan yang selalu aku lemparkan kepada fikiranku sendiri.

**

Hari ini adalah hari penentuanku lulus atau tidaknya dari sekolah yang sudah memberikanku banyak kenangan, berbagai warna tentang kehidupan sudah ku pelajari, namun aku masih anak berusia 17 tahun yang terkadang bingung akan diriku sendiri.

Dengan bertukar fikiran dengan orang yang lebih dewasa membuatku semakin sadar akan keputusan yang tidak bisa diambil sendiri dengan satu sudut pandang, “Segala sesuatu harus terus dipertimbangkan dengan melihat dari berbagai sudut, sehingga tidak ada rasa penyesalan yang nantinya kamu ambil,” tutur sobat terbaikku, Toni.

Sebuah surat yang menyatakan bahwa aku LULUS adalah hal terindah yang pernah aku dapatkan, meskipun aku pernah mengalami hal ini ketika duduk di SD dan SMP, tapi kali ini sangat berbeda. Aku berjuang seorang diri tanpa bantuan dari keluarga.


“Toni, aku lulus,” teriakku sambil melompat ke tubuh Toni hingga jatuh. Hanya senyum hasnya yang Toni berikan kepada diriku, tanpa ada ucapan selamat atau sebuah hadiah yang dia berikan kepadaku.

Dengan sedikit heran aku bertanya, ada apa Toni? Apakah kamu tidak bahagia melihat aku bahagia. Toni hanya menatapku tajam tanpa bersuara. “Kenapa?” terus tanyaku tanpa henti, hingga akhirnya Toni berkata.

“Kamu harus pulang ke Desa, tiga tahun kamu tidak memberikan kabar ke orangtua ataupun keluarga kamu, apakah kamu tidak kangen dengan mereka?,” ucapnya dengan nada yang sanagt lembut.
Saat itu aku tidak mampu berkat apa-apa selain menangis, namun Toni terus menatap aku dengan sangat tajam. Tatapan yang tidak pernah dia keluarkan sebelumnya, Toni biasanya selalu menatapku dengan hangat dan kasih sayang, namun kali ini sangat berbeda.

“Kenapa kamu menangis? Pulang lah, aku antar kamu ke Desa, berikan kabar bahagia ini kepada mereka,” ucap Toni sambil memegang lenganku dengan sangat erat.

Aku tertunduk, bingung sama apa yang harus dilakukan, disatu sisi aku sangat merindukan keluargaku di desa, di satu sisi aku masih sangat marah karena tidak ada yang mencariku. Aku mungkin terkesan egois tapi itu yang aku rasakan.

“Akan aku lamar kamu dihadapan keluargamu, dengan begitu kamu akan semakin aman berada di Jakarta,” papar Toni yang berhasil membuatku tersontak.

Dengan wajah yang penuh air mata aku berkata, apakah kamu serius dengan ucapanmu? Selama ini kita tidak pernah pacaran, kita hanya berteman dan apa alasanmu berkata seperti itu? Selain itu, kamu tahu bahwa aku bukan orang menengah atas seperti keluargamu.

Sambil memelukku, Toni berkata dengan hangatnya. “Aku mencintaimu sejak awal kita bertemu, selama ini aku tidak pernah menembakmu sebagai pacarku, karena aku tidak ingin pacaran dan selama ini tanpa kamu sadari aku sudah ta’aruf dengan dirimu. Dengan begitu aku yakin bahwa kamu adalah wanita yang sangat spesial,” (*)

Jakarta #2


INI tahun ke dua yang ku lewati di kota metropolitan. Jakarta. Sama seperti tahun lalu, aku masih terus berjuang dengan sekelumit masalah yang setiap harinya selalalu berbeda, aku terkadang ingin tertawa melihat tingkah orang Jakarta yang menganggap aku adalah pesaing yang sangat kuat, padahal aku hanya anak kampung yang melarikan diri ke Ibu kota demi mencari impian yang ingin ku capai.

Kota ini penuh misteri, semua orang bisa berubah dalam hitungan seperkian detik. Aku tau, aku belum mengenal benar kota ini. Tapi yang aku mengerti, kota ini penuh dengan kepalsuan yang dibuat oleh penghuninya sendiri, terkadang kita tidak boleh terlalu polos dengan keadaan yang mungkin saja itu hanya sebuah jebakan batman.

Tahun ke dua itu tandanya aku sudah kelas dua SMA, aku tidak ingin mendapatkan beasiswa karena status aku yang miskin dan hanya seorang anak perantau, aku tidak ingin hanya menjadi seorang perantau yang tidak tahu arah tujuan datang ke sini yang akhirnya malah menjadi sampah masyarakat.

Teman-temanku kini tak lagi memandang aku hanya seorang anak yang so datang ke Ibu kota cuma berbekal nasip, tapi mereka mulai menghargai ku karena aku anak yang sudah membuktikan bahwa aku bisa mengalahkan kalian semua dengan kecerdasan yang dimiliki dan dengan tekat yang kuat.
Di sekolah aku mengikuti Organisasi Siswa Intra Sekolah (Osis), dan tahun ini aku terpilih menjadi ketua Osis yang sama sekali tak ku harapkan. Saat itu aku hanya berorasi asal tanpa di fikir, karena aku memang tidak menginginkan hal tersebut terjadi..

“Selamat untuk Anez Fernando Cyla yang tahun ini menjadi ketua Osis,” ujar seseorang di dalam speaker. Sontak teman-teman sekelas langsung kasih ucapan selamat. Bagiku itu semua mimpi buruk, karena aku harus menanggung pertanggung jawaban baik untuk di sekolah ataupun untuk untuk di akhirat.

“Jangan mau kamu menjadi seorang pemimpin, karena pemimpin itu akan di tuntut pertanggung jawaban nya dan bukan hanya di dunia, namun di akhirat,” ujar bapak ketika aku mulai menginjakan kaki di sekolah dasar di desaku.

Berhari-hari aku menjalani hari sebagai ketua Osis yang sangat menyita waktu dan fikiranku, belum lagi harus ada rapat untuk event-event sekolah. Namun ada setitik keberkahan ketika aku menjadi ketua Osis.

Uang sekolah di gratiskan karena prestasi aku di akademik yang meningkat, prestasi para pelajar semakin meningkat dan event-event sekolah yang selalu mendapatkan pujian dari banyak pihak.

Kini aku sudah tak lagi pusing memikirkan uang untuk sekolah, rezeki yang di berikan oleh Alloh tak hanya itu, aku juga di berikan satu ruangan kosong di sekolah untuk aku tempati, walau tidak gratis. Aku tetap berkerja membersihkan sekolah sebelum anak-anak datang.

Uang saku yang di berikan untuk pihak sekolah juga sangat aku syukuri, aku merasa ini salah satu hasil manis yang aku perjuangkan selama satu tahun di Jakarta. Kini aku semakin fokus dalam melakukan kegiatan yang berhubungan dengan sekolah. Baik itu tugas aku di Osis, tugas sekolah, dan pekerjaan yang sudah ada.

Next..

Jakarta #1

NEZ, itulah panggilan teman-teman keapadaku. Kalian tidak perlu tahu siapa namaku yang sesungguhnya karena aku sendiri saja hampir lupa akan nama lengakapku sendiri. Dan mungkin hanya seorang sahabatku yang tahu siapa nama lengkapku.

Hidup seorang diri di Jakarta bukan lah yang sangat mudah, beberapa kali aku hampir jatuh kedalam lubang setan yang mungkin bakal bikin aku menyesal seumur hidup, untungnya ada Toni sahabat sekaligus guru spiritual bagiku.

Aku menginjakkan kaki di Jakarta sejak SMA kelas satu hingga sekarang, percaya atau tidak aku kabur dari desa ku yang sangat terpencil di sebuah daerah jawa barat. Aku kabur ke Jakarta demi ingin meneruskan sekolah yang lebih tinggi seperti impian ku selama ini, aku banting tulang hingga rarut malam usai pulang sekolah.

Bukannya narsis, tapi aku anak yang cukup pintar di kelas. Trebukti dari semua nilai ku yang bagus dan setiap ulangan aku tak pernah di ulang. Aku tidak mencontek loh, karena itu perbuatan yang sangat tidak terpuji. Aku belajar sehabis salat subuh walau hanya sekedar mengerjakan tugas rumah yang di berikan oleh guru.

Mungkin aku tidak punya waktu luang yang sangat banyak untuk belajar karena sibuk berkerja, kalo tidak bekerja aku tidak akan mungkin bisa makan, aku juga tidak akan bisa bayar uang sekolah.
Terkadang aku sering merasakan rindu ke mamah yang mungkin saja mencariku atau mungkin tidak, entahlah. Kini aku terus focus sama sekolah ku. Setiap hari selalu ada aja cobaan dari teman sebaya, entah mereka mengajak ke dunia malam yang kata mereka sih itu sangat asik. Tapi kata aku itu sangat menghamburkan uang, sangat di maklumi. Mereka tidak mengerti apa arti hidup itu yang sebenarnya, mereka tidak tau seberapa penting nilai uang itu bagi aku.

Aku mungkin seseorang yang sangat beruntung karena punya sahabat seperti Toni, dia anak orang kaya tapi di sangat baik, aku mengenal toni waktu pertama kali menginjak kan kaki di Jakarta, Stasiun. Kayak sinetron aja yah. Hihi..

Aku sedikit lupa sih kenapa tiba-tiba aku sangat dekat dengan dirinya, tapi yang paling aku ingat dia terus membuktikan bahwa di bukan orang jahat dan hanya ingin menolongku.

Toni seorang mahasiswa yang cerdas dan ganteng, dia selalu menceramahi ku jika aku melakukan sesuatu yang buruk, entah itu kelakuan atupun ucapan. Kata-kata Toni yang selalu aku ingat.

“Hidup di Jakarta harus rela di korbankan, kaki jadi kepala dan kepala jadi kaki. Kamu kalo mau hidup di Jakarta jangan pernahg putus asa dan buktikan kepada mereka kamu mampu mengalahkan orang kota,”

Kata-kata itu yang selalu memotivasi aku jika aku sudah mulai keluar dari koridor ke agamaan, Toni selalu siap menerrangkan jika ada pelajaran yang tidak bisa aku kuasai, dan lagi-lagi Toni berkata. 

“Kamu bukannya tidak bisa, tapi kamu belum bisa,”

Next ----

19/10/13

Apa yang menyebabkan kanker otak?

Kanker otak dapat disebabkan oleh berbagai macam hal. Penyebabnya bisa satu atau lebih, dan secara umum dapat dibagi menjadi dua kategori:

Faktor dari dalam
Merupakan faktor yang datang dari dalam diri sendiri. Yang utama adalah faktor keturunan / genetik. Jika ada sanak saudara yang punya riwayat menderita kanker otak, berarti peluang Anda terkena kanker otak lebih besar daripada mereka yang keluarganya tidak ada penderita kanker otak. Faktor kedua yang dapat memicu terjadinya kanker otak adalah riwayat benturan (jika kepala Anda pernah terbentur). Benturan ini dapat menyebabkan trauma pada jaringan otak, sehingga bisa jadi penyebab tumbuhnya jaringan abnormal dalam otak (yang kemudian dapat berkembang menjadi kanker otak).

Faktor dari luar
Merupakan faktor yang datang dari luar tubuh, pada umumnya berupa makanan dan radiasi. Obat-obatan tertentu yang diminum secara terus-menerus berpotensi menyebabkan kanker. Faktor-faktor lainnya:
·      Pola hidup yang kurang sehat: misalnya merokok, makanan berlemak, kurang serat, dsb.
·      Bahan karsiogenik: minyak goreng yang dipakai berulang-ulang, bahan kimia yang termakan
·      Radiasi: paparan radiasi dalam gelombang tertentu dapat memicu berkembangnya sel kanker

Kenali ciri-ciri kanker otak
Sebelum memahami lebih lanjut tentang gejala kanker otak, Anda perlu memahami struktur otak manusia terlebih dahulu. Otak merupakan organ tubuh penting yang mengatur segala aktivitas / gerakan tubuh manusia. Bayangkan saja Anda sedang naik motor, ada berapa aktivitas yang Anda lakukan? Melihat jalan, menyetir, lihat kiri-kanan, lihat kaca spion, menyeimbangkan, belum lagi sambil mikir nanti malam mau makan apa... Dalam satu detik, ada riburan hal yang terjadi dalam otak Anda (baik yang terjadi secara sadar maupun tidak sadar).
Otak bisa multitasking begini karena semua aktivitas tersebut diatur oleh bagian otak yang berbeda (tiap bagian memiliki fungsi yang berbeda). Secara umum, otak manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu otak besar (cerebrum), otak kecil (cerebellum) dan batang otak (brain stem). Tiap bagian ini terbagi lagi menjadi bagian yang lebih kecil, di mana masing-masing bagian kecil tersebut terbagi lagi, dan seterusnya. Ruang antar bagian terisi oleh cairan otak (cerebrospinal fluid), sedangkan bagian luarnya terlindungi oleh tiga lapis selaput otak (meninges) dan tulang tengkorak.
Nah, tiap bagian otak tersebut bisa terkena tumor/kanker. Walaupun tumor jinak, tapi karena tumbuhnya di otak, bisa menjadi sangat berbahaya. Tumor tersebut dapat mengganggu fungsi dan merusak struktur susunan saraf pusat, karena terletak di dalam rongga yang terbatas (rongga tengkorak). Seiring dengan berkembangnya tumor tersebut, jaringan otak akan semakin tertekan. Padahal volume rongga tengkorak sangat terbatas dan tidak mungkin bertambah besar. Inilah yang menjadikan sakit kepala / pusing sebagai gejala awal kanker otak.
Ciri-ciri awal kanker otak sangat bervariasi, tergantung pada bagian otak mana yang terserang. Misalnya kepala pusing atau terasa mual. Berikut gejala kanker otak yang patut Anda waspadai:
·   Sakit kepala disertai mual sampai muntah yang menyemprot
·   Daya penglihatan berkurang
·   Penurunan kesadaran atau perubahan perilaku
·   Gangguan berbicara
·   Gangguan pendengaran
·   Gangguan berjalan / keseimbangan tubuh
·   Gangguan saraf
·    Anggota gerak melemah atau kejang
·   Pada bayi biasanya ubun-ubun besar menonjol
Ingat, daftar di atas hanya merupakan gejala. Walaupun Anda mengalami satu atau lebih gejala di atas, belum tentu Anda terkena kanker otak. Untuk memastikan, Anda harus diperiksa langsung oleh dokter ahli syaraf serta menjalani pemeriksaan lanjutan seperti CT scan, MRI, angiogram, myelogram, spinal tap dan biopsi.

Cara mencegah kanker otak
Pada penyakit kanker, sel mengalami perubahan/mutasi sehingga sel membelah secara tidak terkendali, menyerang jaringan di sekitar sel abnormal tersebut, dan bisa juga berpindah ke jaringan tubuh yang lain melalui sirkulasi darah (metastasis). Sampai saat ini belum ditemukan metode untuk "menyembuhkan" sel abnormal, jadi satu-satunya cara adalah membuang jaringan abnormal dari tubuh agar bagian tubuh lain tidak tertular. Pada jenis kanker tertentu, misalnya kanker payudara, jika sel abnormal tersebut dideteksi sejak dini maka jaringan yang bermasalah dapat diangkat/dibuang. Tapi pada kanker otak, jika sel kanker sudah menyebar ke bagian otak yang vital maka tidak ada cara untuk membuang sel abnormal tersebut.

CEGAH SEBELUM TERLAMBAT 
Ikuti langkah-langkah berikut untuk menghindari tumor / kanker otak:
1.    Jangan sampai kepala Anda terbentur atau mengalami trauma. Hindari aktivitas yang berisiko tinggi seperti tinju. Selalu gunakan helm saat naik sepeda motor.
2.    Perbanyak makan buah-buahan yang mengandung antioksidan seperti kurma, jeruk, kismis, strawberry, buah plum dan anggur merah. Zat antioksidan akan melancarkan peredaran darah dari dan ke otak sehingga mencegah terjadinya penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah.
3.    Jangan merokok.
4.    Perbanyak makan makanan berserat, jauhi makanan berlemak.
5.    Hindari bahan karsiogenik, misalnya minyak goreng yang dipakai berulang-ulang.
6.    Jauhi benda dengan kadar radiasi tinggi karena paparan radiasi dalam level tertentu dapat memicu perkembangan sel abnormal. Jika menelepon menggunakan handphone, gunakan handsfree agar ada jarak antara ponsel dengan kepala (otak) sehingga mengurangi kadar panas dan radiasi.
7.    Gaya hidup sehat. Tidur yang cukup. Rutin olahraga agar ada sirkulasi darah ke otak.

Orang yang terserang kanker otak: 
1.  mukanya pucet, rambutnya rontok, sering pusing, gampang pingsan, makin lama makin susah jalan, ngak bisa ngomong, susah conect (mikir), ngak bisa buka mata, ngak bisa menggerakan tangan and END = MENINGGAL
2.   Cirinya :
1. sakit kepala yang semakin hari semakin hebat
     2. muntah di pagi hari yang tanpa disertai mual
     3. kalo di ct scan ada gambaran tumor di otak. Jelas, kanker otak berbahaya apalagi bila 
        tumornya sudah menekan saraf bisa mengakibatkan kelumpuhan bahkan kematian.. makanya 
        konsultasi kan dirimu ke dokter specialis saraf.
3. Ciri kanker otak adalah sering terasa pusing dan tdk ada rasa ngantuk, dan sakit kepala yang berlebihan. Setiap manusia memiliki bibit kanker untuk mencegah berkembangnya kami sarankan konsumsi sun chorella setiap hari. Produk ini bisa cari di minimarket godam .
4. Meski dilihat dari angka kejadiannya,  jumlah? penderita kanker otak masih rendah, yakni hanya enam per  100.000 dari pasien tumor/kanker per tahun, namun tetap saja penyakit tersebut menjadi ? momok?  bagi sebagian besar orang. Pasalnya, walaupun misalnya tumor yang menyerang adalah jenis tumor jinak, bila menyerang otak?tingkat bahaya yang ditimbulkan umumnya lebih besar daripada tumor yang menyerang bagian tubuh lain.

Seperti yang menimpa bintang sinetron dan iklan Ferry Irawan, akibat penyakitnya ia sempat lumpuh, bibir dan lidah tidak bisa digerakkan, sulit bicara, bahkan ia sampai kehilangan kekuatan. Sampai-sampai pemeran ?Hati yang Terpilih? Srikandi? Baret Merah? ini tangan kanannya tak berfungsi normal. Tumbuhnya sel-sel tubuh yang tidak normal ini memang menakutkan? Penyebab pasti dari kanker belum diketahui secara tepat tapi berbagai faktor telah diketahui dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Faktor risiko pencetus tumor otak ini bisa karena riwayat keluarga, radiasi, zat kimia, pola makan, obat-obatan tertentu, dan rokok.

Penyakit ini bisa muncul tanpa gejala yang bermakna, tapi sering pula ditandai dengan gejala-gejala seperti pusing kepala, muntah, gangguan penglihatan, kesadaran, pendengaran, berjalan dan saraf. Sayangnya, sejauh ini belum ada pengobatan yang pasti, namun seiring dengan kemajuan teknologi kedokteran dan farmasi berbagai upaya dilakukan semaksimal mungkin untuk ?mengusir? penyakit tersebut. Terapi obat-obatan telah digunakan dalam pengobatan beberapa jenis kanker. Selain itu, kasus-kasus lain mungkin ditangani dengan operasi, radioterapi, maupun kemoterapi.? Tindakan operasi termasuk yang sering dilakukan, khususnya pada penderita tumor otak. Riset terhadap pengobatan kanker pun terus berlangsung. Ikan hiu yang diketahui telah menjelajah lautan sekitar 400 juta tahun lalu diketahui morfologinya tidak pernah berubah. Konon, di tubuh ikan ini, sel kanker tidak?bisa tumbuh, karena seluruh tulangnya adalah tulang rawan. Benarkah demikian? Dalam catatan buku tradisional Cina mengenai khasiat? makanan pengobatan, makan sirip ikan hiu dipercaya dapat mencegah?penuaan kulit, dan gelatin yang terkandung di dalam sirip ikan hiu dipercaya pula dapat meningkatkan vitalitas. Yang pasti, katanya sirip ikan hiu ini memang lezat.

Meski hasil penelitian itu dibantah oleh ahli nutrisi dari Universitas Taiwan, Prof. Chang Hung-min yang mengatakan, sebutir telur ayam pun lebih bergizi dibandingkan semangkuk sup sirip hiu, namun peneliti-peneliti lain mengungkapkan hasil yang positip. Peneliti dari Indonesia yang juga Kepala Pusat Studi Satwa Primata Lembaga Penelitian Institut Pertanian Bogor, Drh. Dondin Sajuthi Ph.D mengakui?esktrak?tulang rawan ikan hiu dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru. Hal itu ia buktikan lewat penelitiannya.?

Dokter Henry Brem dan dr Allen K Sills dari Johns Hopkins University melaporkan salah satu senyawa yang berasal dari ikan hiu?Squalus, terbukti dapat menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang menyalurkan makanan ke tumor otak. Dengan menggunakan sel pembuluh darah sistem saraf pusat sapi, kedua peneliti ini meneteskan squalamine. Setelah dua hari, pertumbuhan sel pembuluh darah turun hingga 83 persen. Selain ikan hiu, tulang rawan sapi juag disebut-sebut mampu menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru. Tentang hasilnya, Dr. Greg Harper dari Council for Scientific and Indutrial Research Organization telah membuktikannya.


Pengobatan ala barat pun semakin mendapatkan titik cerah dengan mulai ditemukannya obat-obatan yang diduga dapat membawa manfaat dalam pengobatan kanker otak. Berbagai penelitian memang masih harus dilakukan untuk menemukan obat yang mempunyai efektivitas tinggi. Tapi kita boleh berharap bahwa harapan akan semakin terbuka bagi pengobatan kanker otak.(net)

Kisah Anak Remaja Zaman Sekarang - 2 (habis)


Penulis Cerpen/Nida Khairiyyah
SEPANJANG perjalanan pulang, entah kenapa Nanda firasatnya langsung tidak enak meski sebisa mungkin ia minimalisir dengan mengalihkan perhatiannya terhadap bahan-bahan makalah yang harus dia cari. Sampai waktu menunjukan waktu jam makan malam Nanda tak keluar juga dari kamar dan akhirnya sang mama harus memaksa Nanda untuk makan. “Ma, aku masih kenyang... Entar kalo udah laper  juga ke bawah,” tolak Nanda.
“Kata mba kamu tadi juga belum makan siang dan gak keluar kamar, kenyang dari mana?,” tanya mamanya yang cukup khawatir mengingat Nanda mempunyai penyakit maggh. “Ma, aku lagi sibuk ngerjain tugas, ntar kalo udah beres baru makan. Mama kaya gak kenal Nanda aja,” bantahnya lagi.
“Kalo penyakit maggh kamu kambuh gimana?,” tanya mama yang semakin khawatir. “Tinggal minum obat aja. Udah ah ma Nanda ngerjain tugas dulu,” ujarnya. Setelah mamanya turun Nanda langsung meminum obat maghnya karena sudah merasa gak tahan dengan sakitnya. Beberapa menit kemudian mama Nanada datang dengan membawa makan serta buah-buahan.
Keesokan harinya Nadia ternyata gak sekolah dan Nanda mau ngak mau harus menelepon Nadia buat konfirmasi tentang tugasnya. “Ya udah lo dateng aja ke rumah gue,” Nadia pun memberikan alamat rumahnya sedetail-detailnya.
“Lengkap banget, kayak gue orang mana aja,” cetus Nanda. “Kan biar lo gak nyasar. Hehe,” jawabnya dengan bercanda. “Lo kata itu lucu! Gue langsung kesana sekarang ya,” ujarnya. “OK, gue tunggu,” pungkas Nadia.
Setelah telepon tertutup entah kenapa hati Nanda dan Nadia ngerasa senang banget dan seakan sudah tak asing lagi dengan alamatnya. Sementara itu Rahsya kakak Nadia langsung masuk ke kamar adiknya dengan membawa cemilan kesukaan Nadia.
“Buat gue kak?,” tanya Nadia. “Iya. Tapi gue ikut tidur ya,” tawarnya. “Kamar lo kenapa?,” timbalnya heran. “Bosen aja. Sekali-kali tidur di kamar lo boleh kan,” jawabnya singkat. “Tapi lo jangan ganggu gue sama temen gue,” ujar Nadia memberikan syarat. Rahsya pun mengacungkan jempolnya sambil tiduran di kasur Nadia.
Saat sudah di depan gerbang Nanda merasa sudah gak asing lagi sama rumah itu. Ting..tong... suara bel terdengar dan Nadia langsung berjalan menghampiri Nanda. ”Nad ini rumah lo?,” tanya Nanda. “Bukan, ini rumah ortu gue,” jawabnya. “Ini rumah Rahsya juga?,” tanya nanda lagi. “Pastinya orang Rahsya kakak gue. BTW kita mau ngobrol aja nih?,” paparnya. “Ah enggak, gue cuma mau kasih flashdisk ini nama filenya double dan jangan buka yang lain,” tegasnya.
Nadia heran. “Emang kenapa?,” “Because it’s my document very-very secret you know,” tegas Nanda lagi. “Haha, so ngomong bahas Ingris lo. Nilai pas KKM juga, ” jawab Nadia. “De ajak temennya masuk,” suara mama Nadia dari dalam. “Udah terlanjur keliatan sama mama mendingan masuk. Kalo mau sekalian ngobrol bareng kak Rahsya,” tawar Nadia.
“OK. Boleh juga,”  ucap Nanda menyetujui. Merekapun melangkah masuk ke rumah Nadia dan menuju ruang tamu. BTW, lo kenal Rahsya dimana?,” tanya Nadia yang masih penasaran. “Kita satu perguruan karate dan gue sering kok main ke sini. Tapi gue gak pernah ngeliat lo ada di rumah,” jelasnya.
“Sekarang Rahsya masih suka latihan karate?,” tanya Nadia dengan suara yang cukup kecewa. “Jangan bilang lo gak tau Rahsya suka latihan karate?,” Nanda heran. “Sebenarnya Rahsya udah dilarang latihan karate lagi sama Bo-nyok, dia juga udah berjanji ngak bakal latihan. Tapi kok gue malah cerita yang macem-macem ya sama lo? Lo langsung aja ya ke kamarnya gue sekalian  ngebangunin dia di kamar gue,” tuturnya.
“Rahsya tidur di kamar lo?,” tanya Nanda. “Iya. Eh, jangan berfikiran yang macem-macem dulu. kamar gue bukan kamar 100% cewe. Penasaran?,” tanya Nadia saat sudah sampai di depan kamarnya. “Boleh. Tapi apa gak apa-apa temen cowok main ke kamar cewek?,” tanya Nanda. “Kan ada Rahsya. asal lo gak ada niat buruk aja sama gue,” tegas Nadia.
Nanda yang mendengar ucapan Nadia langsung merasa penasaran dan sesampainya di depan kamar, jantung Nanda langsug berebar tak karuan. Nad, ini kamar lo?,” tanya Nanda yang masih gak percaya. Tadi gue bilang kan kamar gue bukan kamar cewe 100%. Dan terbukti kan,” jelas Nadia sambil membuka laptopnya.

*****
“Nan, gimana? Lo setuju gak kalo konsepnya gue bikin kayak gini?,” tanya Nadia saat sudah menyelesaikan tugas kelompok mereka. Tapi tak ada jawaban dari Nanda sama sekali. Saat Nadia nengok, eh ternyata mereka udah gak ada di kamar. ”ih! Kemana sih mereka keluar gak bilang-bilang?” gerutu Nadia yang mulai kesel. “Ras, gue kira adek lu anak manja. Tapi kalo diliat dari bentuk kamarnya kayaknya dia bukan tipe anak manja. Sifatnya kayak gimana sih sebenernya?,” tanya Nanda sambil cengengesan saat sedang mengambil minum di dapur.

“Kalo kata gue ade gue itu sifatnya berubah-ubah. Kadang feminim, kadang tomboy! Tapi seringnya sih tomboy dan feminimnya kalo ke sekolah. Wih dandanannya super diperhatikan. Tapi kalo di rumah liat sendiri kan tadi super cuek, padahal tau kalo lo mau kesini. Tapi kalo dibilang anak manja enggak juga,” cerita Rahsya.
Nadia yang udah mulai kesel nunggu mereka di kamar langsung turun dan menghampiri mereka. ”Nan tugas udah selesai,” ucap Nadia mengagetkan suasana yang sedang hening. Nanda terus memandangi Nadia dengan penuh tanda tanya. Kenapa lo liat gue kayak gitu?,” tanya Nadia yang ternyata sudah mulai risih.
”Tugasnya udah disimpen lagi di flasdisk? Biar gue yang print,” ucap Nanda dengan sedikit salting. ”Udah tapi gue lagi asik ngeliat dokumen dari flashdisk yang lo kasih tadi,” jawab Nadia sambil tersenyum puas.

Nanda yang mukanya langsung memerah langsung mengejar Nadia ke kamar. Tapi yang terjadi, mereka malah saling ledek. Dari situlah mereka mulai berteman sangat akrab. Nad, By-Querz kekurangan personil gak?,” tanya Nanda sambil mengambil salah satu bass milik Nadia. Iya sih, kita lagi nyari pemain pemain gitar. Lo mau daftar?,” tantang Nadia ke Nanda saat Nanda sudah mulai memaikan bass miliknya.

”Takut diterima gue. Ntar makin dikenal dong,” jawab Nanda narsis. ”Haha, lucu... Tapi serius gak nih, gue mau ngomong sama anak-anak kalo emang lo serius?,” tanya Nadia yang mulai serius dengan ucapannya. ”OK, gue setuju. Tapi kapan nih ditesnya?,” tanya Nanda. “Ntar gue SMS lo oke,” jawabnya. Hari tak terasa sudah hampir magrib, Nanda pun memutuskan untuk pulang dan saat di perjalanan Nanda masih tak habis pikir dengan sifat Nadia yang selama ia kenal dan kejadian yang baru dilewatinya beberapa saat. Tapi Nanda masih merasa takjub akan bentuk dan susunan kamar seorang cewek. Dari mulai cat tembok berwarna hitam, merah dan putih menjadi satu yang pertama kali membuatnya tertarik dan gak tau kenapa bisa merasa nyaman kalo udah ada dikamar itu.
Selain itu ada tulisan grafik yang bertuliskan Ir.Iyank, ditambah lagi koleksi lima bass yang harnganya selangit. Selain  itu fasilitas internet, playstasion, DVD, sampai buku-buku sangat langka yang hanya ada beberapa di dunia dan biasanya buku seperti itu harganya gak main-main. Selain nyaman karena ada AC, mata seakan disuguhkan pemandangan poster lapangan Manchester United yang hampir penuh satu tembok didampingi oleh para pemainnya.

”Bener-bener cewek yang susah ditebak dan penuh kejutan dalam hidupnya. Tapi gw kok mulai penasaran ya sama dia?,” herannya. Sesampainya di sekolah mereka seperti biasa membuat keonaran. Tapi kali ini mereka kerjasama dalam onarnya itu hingga pelajaran Pak Sutardi dimulai. Dengan sangat optimisnya mereka berdua mempresentasikan tugas mereka dengan sangat sukses, dan akhirnya mereka dapat predikat kelompok tersolid. ”Nah anak-anak, kalian sudah melihat sendirikan bahwa dua orang yang selalu berbeda pendapat dan selalu berantem ini dapat dijadiakan satu kelompok dan mereka sangat kompak. Bahkan lebih kompak dari dua sahabat yang selalu bersama-sama,” jelas Pak Sutardi sambil menutup kelasnya.

”Kak Rahsya, mau ya besok! Please,” pinta Nadia. Tapi Rahsya sama sekali tidak menghiraukannya sama sekali. ”De, lo tau sendirikan kalo gue udah gak boleh latihan lagi sama Bo-nyok!” jawab Rahsya. ”Ah, kak emangnya gue gak tau kalo lo masih suka ikut latihan diem-diem dan Nanda temen satu perguruan lo. Iya kan kakakku sayang?,” tanya Nadia dengan sedikit ancaman. ”Elo itu ade yang paling bisa ngancam kakaknya. Jadi mau lo apa?,” tanya Rahsya menyerah. ”Ajarin gue cara cepat bermain komite dalam satu minggu, atau gue tinggal bilang sama bokap kalo lo sering latihan diem-diem. Gimana?,” tawar Nadia. “Oh, oke. Cuma itu... Kita mulai jadwalnya terserah kapan lo maunya. Okey,” jawab Rahsya setuju. ”Your the best brother!,” jawab Nadia sambil tersenyum puas.

Keesokan harinya Nanda di tes oleh semua para personil By-Querz  dan saat itu juga Nanda langsung diterima menjadi angota By-Querz. Nanda yang makin terkenal di sekolah bersama band By-Querz. Mereka pun sempat ditawarkan kontrak oleh salah satu perusahaan labbel terkenal. Tahun berikutnya mereka lulus dengan segudang prestasi yang telah didapat dan dengan nilai yang sangat memuaskan. Para guru dengan berat hati harus meluluskan mereka karena mungkin mereka akan kehilangan murid-murid yang sudah berhasil menumbuhkan  rasa percaya diri semua murid SMKN 1 untuk terus berprestasi. Jangan pernah ada rasa takut untuk terus berkarya. Juga, semenjak Nanda tahun lalu menjadi ketua OSIS, keanggotaan OSIS pun semakin membaik.(nida)